Posted by: wiwit prasetyono | April 30, 2013

7 Masjid Terindah di Sumatera

MASJID RAYA BAITURRAHMAN ACEH

MASJID RAYA BAITURRAHMAN ACEH

Dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17, keanggunannya tak kalah dengan Taj Mahal di India. Konon, 5 kubahnya memang mengadopsi gaya bangunan islam yang pernah jaya di tempat tersebut. Masuk lebih dalam, nampak jelas bahwa ukiran sulur dan ornamen masjid tidak berasal dari inspirasi lokal. Relung-relungnya lebih dekat dengan gaya Turki atau Persia, sementara jendela-jendela besarnya terlihat menyerupai bangunan Indisch peninggalan Belanda. Siapapun pasti setuju bahwa masjid ini megah tidak hanya dilihat dari segi arsitekturalnya. Akhir 2004, ketika tsunami menerjang Aceh, bangunan masjid ini melindungi banyak jiwa. Masjid ini juga saksi bisu atas Perang Aceh yang menewaskan Mayor jendral J.H.R Kohler pada tahun 1873. Monumennya dapat dilihat di bagian timur laut halaman masjid saat ini.

MASJID RAYA AL-MASHUN MEDAN

Image

Dinding masjid yang berwarna putih dengan ornamen hijau kebiruan ini terlihat sejuk diantara padatnya lalu lintas Simpang Raya, Medan. Dari depan nampak jelas bahwa kubahnya tidak berbentuk bulat menyerupai bawang. Adalah segi delapan sama  seperti sisi-sisi luar dinding masjid. Segi-segi tersebut diperkuat dengan koridor-koridor yang memisahkan dengan ruang utama yang digunakan untuk sholat. Hiasan dinding koridor maupun ornamen plafon dan bangunan utama sarat warna merah bata bergaya Mughol-India.  Dibangun atas prakarsa Sultan Deli pada awal abad ke-20, arsitek dari Masjid ini adalah seorang Belanda, dengan penyandang dana utama pengusaha keturunan China.

MASJID AN-NUR PEKANBARU

Image

Kubah-kubah berbentuk bawang lebih sering muncul pada bangunan masjid di kawasan Sumatera bagian utara. Di Pekan baru, selain berbentuk bulat bawang, bentuk kubah terlihat mewah dengan detil ornamen hijau, biru dan kuning di permukaannya. Gaya mewarnai kubah mirip Istana Kremlin di Rusia ini justru sering dijumpai pada masjid-masjid modern di tanah melayu. Di sisi lain, dinding masjid yang berbentuk kubistik dengan celah-celah kecil dipermukaannya mengadirkan nuansa Timur Tengah yang sangat kental. Sebagai bangunan masjid modern yang dilengkapi dengan eskalator menuju lantai atas bangunan, kompleks masjid ini terintegrasi dengan sekolah-sekolah serta kampus yang berada di sekitarnya.

MASJID AGUNG AT-TAQWA BENGKULU

Image

Luas, kokoh, dan sederhana! Demikian kesan yang ditangkap pada saat memasuki halaman masjid terbesar di Provinsi Bengkulu ini. Tiang dan jendela yang besar-besar, langit-langit yang tinggi dengan sentuhan cat serba putih memberikan kesan kuat pada masjid ini. Ornamen interiornya tidak detil, justru nampak besar-besar. Bayang-bayang dari jendela-jendela besar tersebut memantul pada lantai masjid yang terbuat dari marmer.  Memberi kesan luas namun terasa sejuk. Kubah utama berbentuk bulat, menumpang di atas atap bersusun tiga yang merupakan inspirasi bangunan lokal. Meskipun berdiri pada tahun 1988, awal mula bangunan ini berdiri sejak jaman Kompeni Belanda.

MASJID AGUNG SULTAN MAHMUD BADARUDDIN PALEMBANG

Image

Sekilas bangunan ini merupakan salah satu masjid tanpa kubah yang terdapat di Sumatera. Atapnya bergaya limasan bersusun tiga, menyerupai bangunan masjid yang ada di Jawa. Akan tetapi, hiasan atap yang berwarna merah dan emas serta ukiran-ukiran ornamennya menghadirkan kesan arsitektural China. Tidak berhenti di situ, menara masjid juga terlihat sangat mirip dengan bangunan pagoda. Lain di luar lain di dalam. Hiasan interior masjid dipenuhi kaligrafi berwarna hijau serta warna-warna semarak lainnya yang sering dijumpai dalam kerajinan lacquer khas Palembang. Walaupun telah mengalami pemugaran berkali-kali, unsur arsitektur China konon sudah ada sejak pertama kali bangunan masjid ini didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin di abad ke-18.

MASJID AGUNG AL FALAH “1000 TIANG” JAMBI

Image

Masjid ini bisa dibilang tak berdinding! Satu-satunya sekat adalah sisi barat bagian mihrab atau tempat imam sholat yang terbuat dari gebyog – kayu berukir. Itupun tidak sepenuhnya menjangkau puncak pilar. Artinya hanya tiga perempat dinding yang tertutup sekat. Kemudian 3 sisi lainnya dipenuhi oleh tiang dengan berbagai bentuk. Tidak hanya satu deretan tiang. Komposisi tiangnya berlapis-lapis dengan beraneka bentuk dan bahan. Tidak berlebihan apabila warga menyebut bangunan tersebut sebagai “Masjid 1000 Tiang”, mengalahkan popularitas nama aslinya: Masjid Al Falah. Pada awalnya, tanah tempat berdirinya masjid tersebut merupakan lokasi istana Sultan Thaha Syaifuddin. Pada awal abad ke-20 Belanda membumi hanguskan istana tersebut dan menjadikan tanah di atasnya sebagai kamp militer. Bertahan hingga tahun 1970-an, bekas asrama tentara tersebut dijadikan masjid yang berdiri megah hingga saat ini.

MASJID AGUNG PONDOK TINGGI SUNGAI PENUH

Image

Meskipun tidak terletak di Ibu Kota Provinsi seperti 6 masjid sebelumnya, masjid agung di Kota Kerinci ini memiliki keunikan tiada tara. Seluruh bangunannya dipercaya tidak dihubungkan satu pun dengan pasak. Wajar, apabila dilihat dari sudut tertentu bentuknya tidak begitu simetris. Dinding hingga atap masjid terbuat dari kayu. Hiasannya berukir besar-besar dengan warna-warni mencolok berlanggam asli daerah setempat. Corak ukiran dan warna tersebut bisa kita lihat pada hiasan atap rumah maupun ujung perahu tradisional Jambi.  Di bagian atas, atapnya tumpang tiga khas bangunan masjid pribumi. Masjid yang lahir pada akhir abad ke-19 ini didirikan oleh masyarakat lokal dengan dengan inspirasi asli daerah setempat.

Artikel serupa pernah di muat di detikTravel, Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: