Posted by: wiwit prasetyono | February 7, 2011

Quarter Kedua

Judul di atas sarat makna untuk dituliskan pada periode ini. Secara harfiah, terkait perjalanan mengelilingi Sumatera, saat ini saya sedang menyiapkan perjalanan panjang periode kedua. Periode pertama telah berjalan selama 18 hari, melintasi 4 Provinsi, singgah di 6 Kota/Kabupaten dan juga bertandang ke 7 keluarga. Tak terhitung jumlah kenangan yang ditorehkan.

Saya menyebutnya quarter kedua karena saat ini saya akan tinggal beberapa hari di tempat saya berada sekarang. Sebelumnya ibarat maraton, maka saya berlari melintasi kota demi kota. Pergi sore hari, sampai pagi buta, seharian menjelajah dan malamnya meneruskan perjalanan. Begitulah, pola seperti itu saya lakukan dalam satu rangkaian periode waktu. Maka tepat, saat ini saya akan beristirahat sementara guna menyusun rencana dan mengumpulkan energi untuk rangkaian berikutnya.

Selanjutnya terkait dengan blog ini. Dalam perjalanan, saya sempat berhenti beberapa hari  di kota ke-tiga. Waktu tersebut saya gunakan untuk mulai menyusun blog. Saya pelajari satu demi satu petunjuk yang ada. Saya bandingkan blog-blog lain yang sudah lebih dulu muncul. Berikutnya, saya susun satu per satu apa yang saya inginkan, saya publish, saya lahirkan dia ke dunia maya. Bagi saya ini istimewa karena saya benar-benar harus menyusun baik content maupun layout -nya sendirian. Biasanya, saya akui, saya harus teriak-teriak minta tolong bila berhadapan dengan urusan IT. Nah, saat ini lah waktunya saya menggoreskan cerita demi cerita sendirian. Ibaratnya rumah telah didirikan, sekarang saatnya mengisi dengan perabotan yang indah lagi sesuai keadaan.

Judul tersebut saya pilih tentu berkaitan dengan tanggal istimewa ini. Pada hari ini, saya bersyukur kepada Tuhan telah digenapkan seperempat abad umurnya. Harapan saya tentu agar diberi umur panjang sehingga waktu yang akan datang dapat dipergunakan untuk kebaikan diri, sesama dan lingkungan.

Saya menandainya sebagai quarter kedua karena saya rasa babak baru dalam hidup saya sudah tiba. Masa-masa training di kawah candradimuka sudah dituntaskan. Orang tua saya telah membesarkan, mengasuh dan  menggenapkan pendidikan formal hingga ke perguruan tinggi. Setidaknya saya juga pernah menjajal pengalaman bekerja laiknya profesional. Jadi apa lagi, ke depan adalah saatnya memulai babak berikutnya dengan bekal yang sudah ada. Menguatkan usaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang telah lama berkembang.

Dalam perjalanan ini, saya membawa anthology of the traveller yang di susun oleh Anthony Reid. Buku tersebut merupakan catatan orang-orang seperti Marco Polo, Joseph Follet hingga Tan Malaka tentang Sumatera. Kalau boleh jujur, cerita-cerita yang mereka tuliskan bisa dibilang mirip dengan diary. Hanya saja, tanggal-tanggal yang dituliskan telah dijadikan rujukan oleh para ilmuan untuk merekonstruksi sejarah.

Pada awalnya, saya agak ragu mencantumkan tulisan ini dalam blog yang ber-genre inspirasi dan catatan perjalanan. Tapi kalau boleh menyerupakan dengan anthology yang saya sebut sebelumnya, siapa tahu tulisan ini juga akan berguna di masa depan.

Padang, 7 Februari 2011.

Advertisements

Responses

  1. Mas wiwiet saya kangen sampean. Ga ada lagi yang menyapa, “nuwuuun sewuuu…” di kantor. hehe:D
    Nulis terus yo Mas, siapa tahu engko iso dipublish jadi buku, dan jadi penulis deh.. bestseller deh, dapet royalti gede, modal buat jalan2 lagi, n nulis lagi.. *bolehdongbermimpi 🙂
    ati2 dan jaga kesehatan..

  2. Lumayan buat refrensi,ini sangad membantu. Tq


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: