Posted by: wiwit prasetyono | January 26, 2011

Trans Sumatera

Tidak mudah untuk menjelajah Indonesia. Salah satu masalah utamanya adalah akses. Rute yang menghubungkan pulau ke pulau utamanya dengan kapal atau pesawat terbang, sulit apabila berharap pada jalan darat. Pun di dalam daratan itu sendiri, tidak semua pulau dihubungkan oleh jalan.

Faktanya orang Pontianak harus naik pesawat dan transit di Jakarta lebih dulu untuk menuju Banjarmasin. Padahal, dua-dua nya toh masih dalam satu pulau: Kalimantan!

Selain sebagai pusat pemerintahan,Pulau Jawa juga termasuk istimewa karena jalan raya darat terhubung dari ujung ke ujung. Sejak jaman kolonial, Daendels membangun proyek ambisius yang menghubungkan Anyer sampai Panarukan sejauh kurang lebih 1000 km . Dan kita, generasi sekaranglah, sesungguhnya customer utama warisan penjajahan  tersebut.

Nah, terkait dengan ide keliling Indonesia saya memutuskan untuk menjajal trans Sumatera, yang di atas kertas, terdapat jalan raya yang menghubungkan tiap provinsi. Saya melihat berdasarkan ATLAS Indonesia dan Dunia terbitan “Agung Media Mulia” tahun 2010 hanya Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara yang mempunyai jalan darat dari ujung ke ujung. Kembali ke Sumatera, dalam peta terdapat 2 jalur utama di tepi barat serta timur pulau yang disebut sebagai Jalan Raya Lintas Sumatera. Selain itu terdapat pula jalur lintas tengah dan pinggir pantai timur. Dibandingkan semua, jalur lintas timur (jalintim) merupakan penghubung paling panjang dari Aceh hingga Lampung.

Jujur, awalnya saya hanya bermodal Atlas. Yang kedua adalah keinginan yang kuat serta rasa penasaran. Maka setelah itu saya menghubungi semua kawan yang bermukim di semua provinsi di Pulau Sumatera. Walhasil rencana pertama yang disusun adalah sebagai berikut:

Jogja-Bandar Lampung-Muara Dua-Baturaja- Palembang-Lubuk Linggau-Bengkulu-Lubuk Linggau-Saro Langun-Jambi-Sungai Penuh-Padang-Bukittinggi-Balige-Medan-Aceh Timur-Banda Aceh-Sabang-Banda Aceh-Aceh Timur-Medan-Payakumbuh-Pekan Baru-Dumai-Batam-Jogja.

Tolong, bagi Anda yang paham rute Sumatera jangan tertawakan rencana saya ini! Diatas murni berdasarkan peta. Saya tidak berfikir tentang ada tidaknya trayek penghubung, jenis kendaraan, lama perjalanan, faktor resiko, serta kenyamanan. Ini hanya masalah hasrat. Keinginan saya yang membuncah ini ingin segera disalurkan. Kaki ini ingin segera dijejakkan. Dan masalah di lapangan, biarlah dipikirkan di lapangan.

Saya paham ini menjadi seperti rencana backpaking kelas teri. Maklum, sebelumnya saya sering bekerja untuk melayani perjalanan dinas pejabat ke luar negeri. Juga termasuk membantu orang asing merencanakan perjalanan ke dalam dan ke luar Indonesia. Saya tahu betul, menjadi backpaker butuh perencanaan yang matang. Rute perjalanan, obyek yang dikunjungi, akomodasi, anggaran dan faktor resiko harus dipikirkan masak-masak. Ketepatan rencana termasuk di dalamnya ketepatan pengelolaan anggaran menjadi faktor pendukung keberhasilan backpaker .

Kali ini saya berbeda dengan pakem biro perjalanan yang sudah 3 tahun terkhir familiar dengan saya karena tuntutan pekerjaan. Kali ini saya bermodal sejumlah uang, kontak teman dan saudara di sumatera, peta, buku “Sumatera Tempo Doeloe”, serta peralatan pendukung lainnya. Bismillahirahmanirrokhim saya niatkan sejak tanggal 20 Januari 2011 perjalanan trans Sumatera dimulai.

Semangat dari perjalanan ini adalah tentang kemerdekaan. Bahwa sebagai bangsa yang merdeka rakyat Indonesia berhak menikmati pembangunan yang salah satunya berupa jalan. Jalanan bukan hanya sekedar menghubungkan tempat tetapi juga membaurkan manusia, menyatukan bahasa dan meleburkan jarak. Saya sungguh ingin mengunjungi saudara-saudara saya yang diikat oleh bangunan bernama nasionalisme. Tanpa saya mengenal mereka lebih dalam, bagaimana mungkin saya akan mencintai dengan kesungguhan hati.

Kemerdekaan yang kedua adalah kemerdekaan pribadi. Sebagai individu saya bebas menentukan langkah dan masa depan. Ketika promo pesawat ke luar negeri gila-gilaan murah, orang berlomba-lomba plesiran ke negeri orang. Sebagai pribadi saya boleh menentukan untuk pergi ke negeri sendiri. Ini perlu dicoba, dilakukan dan dibiasakan agar tempat-tempat di negara kita semakin di kenal oleh warga negaranya.

Last but not least, sebagai individu yang masih sendiri pula, saya leluasa bepergian tanpa memikirkan istri dan anak di rumah. Walaupun alasan terakhir ini tegas ditentang seorang kawan, “Heeeh, bukan berarti kalau punya istri gak bisa jalan-jalan yaah. Justru harus dibiasakan jalan-jalan, backpaker berdua kan romantis!”. Hahaha, mungkin benar juga! (Hmmm, ending ini bertema curhat colongan ;-D )


Responses

  1. haha.. jadi backpacker ga perlu perencanaan matang juga gapapa kok mas.. istilahe wong jaman mbiyen backpacker = blusukan.. sing penting nek ono tembok belok, ojo ditabrak temboke..

    • Yen aku tambah satu rumus Tim, KULANUWUN!
      Yen ra ngerti takon, yen butuh ngomong, yen perlu nyuwun tulung.
      Ning ngendi wae, kabeh iku dulure…

  2. Selamat melanjutkan perjalanan, semoga semuanya lancar, dan makin banyak pelajaran hidup pribadi maupun berkebangsaan yang bisa diperoleh. Saya tunggu kisah-kisah berikutnya….. I may not have the same opportunity yet I can learn from your stories about our nation our people we really care about….

  3. Suka!
    haha jalanan di luar Jawa, apalagi Sumatera memang sulit, blm sebaik pulau jawa–akibat pembangunan yg terlalu terpusat?
    btw keluargaku di palembang banyak loh mas .. mampir2 hoho

  4. slam kenal mas…
    selamat menikmati tur buta anda…
    klo k pekanbaru,jgn lupa nge-teh d rmh sy :D

  5. ciyeee.. bisa juga tuh insert picture :D
    sumbang komeeeeen :D

  6. If you need a stay in Bukittinggi, let me know Mas.

    Tapi kayaknya Danau Maninjau perlu dikunjungi deh, supaya lebih menyelami Negeri 5 Menara-nya A. Fuadi :)

  7. i like your last sentence :D

  8. wit, jiwaku menemani perjalananmu ya….nak kurang duit , ngamen po nari …hahaha…God bless u wit…. selamat atas smangat kmerdekaan jiwa mu….

  9. terimakasih info dan sharing ilmunya….sangat bermanfaat.

  10. tgl 24/8/2011 mudik ber 3 dgn anak istri naik jeep wrangler yj dr bogor jam 20.00 jkt-merak-bakauheni-lampung-di lubuklinggau jam 20.00 istirahat.tgl 25/8/2011 jam 04.00 jalan lg -sarolangun-bukittinggi-p,sidempuan-sipirok.prapat-pematangsiantar jam 07.00pagi sampai dirumah mertua.selama lebaran wara wiri ke medan-p.siantar-medan-p.siantar-prapat.dari p.siantar-rantauprapat-psiantar.kembali ke bogor tgl 7/9/2011 jam 09.00 p.siantar-lima puluh-pekanbaru-di muaro jambi istirahat dr jam 17.00 sampai jam 03.00 jalan lg jambi-palembang-lampung-merak-bogor yiba di bogor tgl 10/9/2011 jam 02.30.selama perjalanan saya sendiri yang menyetir siang malam.baru sekarang saya sadar bahwa perjalanan dimalam hari sendirian dilintas sumatera adalah sangat beresiko bagi sipemudik.memang sebelum dimulai perjalanan saya sholat dulu dan tidak lupa berdoa.jln di sumatera banyak yg rusak tdk seperti dipulau jawa.

  11. pantesan disetiap SPBU banyak mobil parkir istirahat tidur tidak mau jalan dimalam hari.saya masih kepingin ke medan bw jeep lagi melewati lintas barat-lampung-bengkulu-padang-medan.jika kembali nya saya tidak akan melewati lagi jalan lintas timur yang jalannya rusak banyak truck.kalau lewat lintas tengah sepi tapi jalannya bagus.seharusnya pemda gubernur masing2 memperbaiki jalan negara antar propinsi jangan dibiarkan saja berlubang seperti di jambi-palembang.
    salam untuk negeriku yang cantik…………..

    • Thanks dah mampir Mas Wandi!
      Betul, ada beberapa daerah di jalur lintas Sumatera yang konon katanya rawan kriminalitas. Sangat mungkin, karena kondisi jalanan rusak parah dan kanan-kiri sepi. Memang sebaiknya mempersiapkan yang terbaik saja :)

  12. Salam kenal semua,Saya juga akan melakukan ekspedisi Nusantara via darat akhir Oktober 2011 dengan menggunakan Mobil Xenia 1.0, doakan tim kami dapat mengelilingi nusantara dengan aman dan selamat. Salam Satu Indonesia

    • Ekspedisi apa ini Mas? Ada link blog atau websitenya? Saluut, semakin banyak yang mengapresiasi indahnya negeri sendiri…

  13. thx informaTIF

  14. salam kenal mas …salut buat anda…sekalian saya mau minta info jalan yg harus di tempuh jjika saya ingin melakukan perjalanan dari lampung ke batam? terutama jalur penyeberangannya..karena saya sedang merencanakan solo tour trans sumatra dengan scooter…mohon bantuannya,,sebelumnya saya ucapkan terimakasi..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,282 other followers

%d bloggers like this: